Kamis, 23 Juli 2015

Tentang Menulis

Menulis.
Kata itu mengingatkan kita pada sekumpulan huruf-huruf yang tersusun begitu rapi kecuali kalau saya yang menulis.Dan saya memang suka menulis,walau tulisan saya gak jelas.Itu alasannya kenapa saya gak pernah bilang bahwa saya adalah seorang penulis.Yakin,daripada mereka yang mendengar kecewa dengan tulisan kita,lebih baik mereka terkesima ketika melihat tulisan kita *hohoho*
Bagi kalian yang pernah melihat beberapa postingan saya yang dulu terutama ketika masih sangat alay,bakal terlihat bahwa saya TIDAK berbakat menjad penulis.Kata-kata yang dipakai selalu berubah-ubah dan pabeulit.Gak pernah jelas arti tulisannya.Tapi untung saja jaman sekarang sudah canggih,tinggal ketik akan muncul huruf-huruf dengan bentuk yang standar.Kalau tidak,tulisan saya akan terlihat sebagai kode-kode misterius,dan dijamin para pembaca gak mau berkunjung ke blog ini lagi. :D
Semua orang pasti punya mimpi.Jika kalian bermimpi menjadi seorang penulis,tapi gak mahir.Never give up!Teruslah menulis!
Teruslah berkarya walaupun karya mu tak dihargai.Bukan berarti karyamu buruk,tapi itu yang dapat membuatmu terus berkarya..    -VZS- 
*ciee nge quote*
Saya pribadi membuat blog ini bukan sekedar untuk kepuasan diri,tapi juga karena saya ingin berbagi.Ungkapkan semua yang ada di benak kalian dalam sebuah tulisan.Jadi,bagi kalian yang ingin menulis.Ayo menulis.Jangan takut salah.Atau merasa tak bisa.Toh 'tinta dan pena' mu masih ada.Semangat!

Senin, 20 Juli 2015

Derita Kue Sisa Lebaran

Siang itu.. 
Seperti biasa,sebuah keluarga kecil sedang menjalankan ibadah puasa.Setengah bulan telah terlewati,berarti sekitar 2 minggu lagi akan datang idul fitri.Walaupun begitu,mereka telah menyiapkan hampir semua keperluan untuk lebaran nanti.Baju baru,uang receh,tak lupa juga kue. 
Lebih dari tiga toples kue dan permen mereka beli.Padahal,mereka tahu akan ada banyak yang memberinya parsel.Tepatnya seminggu sebelum lebaran.Sudah ada 4 parsel mereka dapatkan.Dari yang kecil hingga yang besar.Kue-kue yang mereka dapat,disimpan satu meja dengan kue yang mereka beli.

Nastar,kastengel,kue kacang,dan putri salju disimpan berdekatan.Nastar dan kastengel dibeli dari sebuah toko kue.Sedangkan kue kacang dan putri salju didapatkan dari parsel.Mereka senang sekali mengobrol,apalagi soal lebaran. 
"Di tempat asalku,banyak sekali yang pesan.Kami dibuat lebih dari 100 biji seharinya.Untungnya aku berhasil dipanggang.Kalau tidak,kami akan dibuang seperti yang lain."ucap nastar dengan bangganya. 
"Aku juga.Kata nenekku dulu,kami sering dicari saat mendekati lebaran.Harga kami pun bisa mahal.Terutama jika diberi coklat keju diatasnya."ucap kastengel tak kalah hebat.
"Iya.Lebaran asyik sekali.Banyak yang menyukai kita."ucap kue kacang dengan senyum bahagia.
"Betul.Menyenangkan!Tapi terkadang aku sedih mengingat kata teman-temanku yang lain.Mereka bilang kadang manusia tak menghabiskan makanannya,dan malah memakan yang lain."ucap putri salju dengan nada sedih.
Tiba-tiba semuanya termenung.Benar juga.Mereka takut jikatak dimakan.Apalagi disini banyak juga makanan yang menggugah selera.
"Ah,jangan khawatir kawan.Lebaran kan hari kemenangan.Kita harus menyambutnya dengan baik.Jangan ada yang bersedih!"ucap kue sus yang berada jauh dari mereka berempat.
Semuanya kembali bersemangat.Hari demi hari mereka habiskan dengan berangan-angan.Mereka berharap nanti tak ada satupun yang tersisa begitu saja.

Hari yang dinanti pun tiba.Semua orang saling bermaaf-maafan.Begitu juga dengan para kue lebaran.Dirumah itu,semua keluarga sudah berkumpul.Satu persatu kue dibuka.Yang pertama adalah nastar.Seorang anak langsung mengambil segenggam kue itu dengan semangat.
"Dadah kawan-kawan.Kami duluan."ucap para nastar itu.
Begitu juga dengan kue yang lain.Mereka terus berkurang jumlahnya.Walaupun begitu,ada juga kue yang saling berbisik iri ketika melihat kue lain dimakan.
Kue-kue itu berbeda jumlah sisanya.Ada yang tersisa banyak,ada juga yang tersisa tinggal sedikit.Untuk sementara kue yang paling laris adalah nastar.Sedangkan yang masih tersisa banyak adalah kue asin,yang mungkin kurang diminati karena rasanya.

Sehari berlalu.Masih ada tamu yang datang.Tapi kali ini yang datang adalah tetangganya.Ibu pemilik rumah menyembunyikan beberapa kue yang menurutnya 'sayang' jika diberikan.Ia juga berharap agar diberi kue oleh tetangganya itu,karena tetangganya itu cukup kaya.
"Eh,bu.Kue nya enak banget.Beli dimana?"tanya sang tamu kepada pemilik rumah.
"Kalau yang ini beli di toko kue A.Yang ini dikasih."jawab si ibu sembari menunjuk kue-kue itu.
"Kok gak ada nastar?Kata anak ibu beli nastar?"tanya kembali sang tamu.
Dengan nada pelan,sang ibu menjawab."Oh..saya gak beli.Maksudnya bukan nastar kali,tapi biji ketapang.Mahal emang,ya.."
Si ibu berbohong.Mungkin ia melakukan itu agar tidak ketahuan.
"Ya sudah.Ini kebetulan dirumah saya banyak kue nastar.Mohon diterima,ya"sang tamu memberi sebuah bingkisan kepada si ibu.
"Aduh terimakasih.Malah,jadi ngerepotin."ucap ibu itu seraya menerima bingkisan tersebut.
Setelah tamu itu pergi,sang ibu menyimpan nastar itu di lemari belakang.Ia pikir,untuk membukanya nanti.
Semakin hari,tamu semakin berkurang.Hingga seminggu kemudian,rumah mulai sepi.Para kue itu semakin merasa sedih.Sesekali ada orang yang menatap kue itu.Namun,terkadang mereka malah berlalu pergi.

Satu bulan kemudian,kue-kue itu mulai ditumbuhi jamur.Para kue menangis meratapi nasib mereka.Tak banyak yang dapat mereka perbuat,kecuali berdiam diri dan berharap ada yang mau memakannya.Tampak seorang anak yang membawa mereka keluar.Kue-kue itu dibuangnya di tempat sampah.
Walaupun dibuang.mereka tetap bersyukur.Walaupun tak ada orang yang memakan,setidaknya,kini para semut dapat menikmati mereka.
*******************************************

Sebelumnya,saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.Mohon maaf lahir batin,ya.Terutama jika ada yang kurang mengenakan di postingan-postingan saya.
Sebetulnya,saya iseng membuat kisah ini.Berawal ketika saya melihat kue-kue dirumah yang tidak dimakan,dan dibiarkan begitu saja.Sedangkan saya malah membeli kue yang baru *hohoho ketahuan*.
Udah gitu,ceritanya terkesan dipaksakan dan acak-acakan pula.Tapi,semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini.Terimakasih,dan semoga menghibur. :)

Rabu, 24 Juni 2015

Pierre Tendean, Pahlawan Tampan yang Tinggal Kenangan

Hai...
Sebenarnya aku mengetahui pahlawan ini saat iseng searching.Saat sedang mencari-cari info terbaru di internet,aku melihat sebuah forum dengan tulisan "5 Pahlawan Tampan Indonesia".Tapi,yang paling membuatku tertarik adalah foto diatas tulisan tersebut.Dan sekarang aku tahu siapa gerangan yang ada di foto itu,beliau adalah
Pierre Tendean,Sang Pahlawan Revolusi 

 

Beliau adalah Kapten CZI Anumerta Pierre Andries Tendean.Salah satu pahlawan revolusi,dan korban dari peristiwa G30S.Dia adalah korban yang paling muda (dan naasnya) sebenarnya bukan dia yang seharusnya diculik T_T 
Selain yang paling muda,menurut saya dia juga yang paling tampan ;3
Saat saya mencari tahu lebih banyak tentang 'Pak' Pierre (sayang sekali sebenarnya dia belum pernah merasakan menjadi seorang bapak),saya mendapatkan beberapa fakta yang membuat saya semakin tertarik mengetahui kisah hidupnya (dan fotonya,hehe).Sehingga saya semakin nge-fans pada beliau :) 
Seharusnya pada bulan November 1965,dia merasakan indahnya pernikahan dengan kasih hatinya,Rukmini.Tapi,sayang takdir berkata lain.Ia meninggal sebulan sebelumnya.
Dan masih banyak lagi fakta tentang beliau.Inilah beberapa fakta tentang  beliau yang lain: 


Nama aslinya adalah Pierre Andries Tendean.Ia lahir di Batavia (sekarang Jakarta) 21 Februari 1939.

Pierre Tendean memiliki ayah bernama dr A.L Tendean yang asli Minahasa,sedangkan ibunya bernama Cornell M.E. yang berdarah Prancis-Belanda.Karena keturunan blasteran,sehingga ia mempunyai wajah yang tampan.

Ia beragama Kristen Protestan.

Pierre merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.Kedua saudaranya perempuan,kakaknya bernama Mitzi Ernasto Farre dan adiknya bernama Rooswidiati Tendean.

Tingginya 176 cm dan beratnya 65 kg.

Beliau memiliki rambut berwarna coklat menurut visum dokter.

Pierre pernah tinggal di Jakarta,di Tasikmalaya dan Cisarua,lalu di Magelang dan Semarang.Di Magelang inilah dia bersekolah SD.Setelah tamat,ia melanjutkan sekolahnya di SMP negeri 1 Semarang dan SMA bagian B Semarang.

Pierre kecil giat menanam ubi,singkong,pepaya dan sayur-sayuran di tanah kosong sekitar rumahnya untuk mengurangi beban keluarga.Saat bersekolah,Pierre selalu melepas sepatunya karena ingin merasa senasib dengan teman-temannya.Ia juga selalu membantu teman-temannya mencari siput di sawah saat libur,guna menambah lauk pauk mereka.

Saat masih kecil,Pierre pernah hanya memakan gaplek/tiwul karena harga makanan yang mahal.

Saat masuk SMP,ayahnya memberinya sebuah sepeda.Dan saat masuk SMA,ayahnya memberi sebuah sepeda motor Ducati.

Pierre sangat mudah bergaul.Ia mudah menerima dan diterima di semua kalangan.Selain itu ia memiliki sifat yang tenang,baik,dan ramah.

Ayahnya menginginkan Pierre menjadi dokter,sedangkan ibunya menginginkannya menjadi insinyur.Akan tetapi,cita-citanya menjadi perwira militer tumbuh saat duduk di kelas atas SMA.Sang kakak mendukung keinginan adiknya tersebut,dan berhasil diterima masuk ATEKAD tahun 1958 sebagai taruna angkatan VI.

Pierre termasuk menonjol terutama dalam bidang olahraga.Saat menjadi taruna,ia aktif sebagai pemain tim inti di first team basket dan tenis taruna Atekad.

Karena keaktifannya di bidang olahraga itulah yang membuatnya terkenal di kalangan remaja putri.Dengan tubuh yang atletis dan wajah tampannya,ia mendapat julukan Si Ganteng dari Bumi Panorama.Para remaja putri Bandung pun menjulukinya sebagai Robert Wagner dari Panorama.Robert Wagner adalah nama aktor Amerika yang terkenal tahun 50-an,sedangkan Panorama adalah nama tempat pendidikan Atekad di Bandung.

Saat masih bersekolah,Pierre pernah berkelahi menggunakan pisau hingga ada bekas luka di tangannya.Banyak yang kabur saat polisi datang,namun Pierre tidak karena merasa bertanggung jawab.Saat berada di kantor polisi,ayahnya datang untuk menjemput,namun ia tetap tak mau dibebaskan dan akhirnya mendapat nasihat sama seperti teman-temannya yang lain,baru diperbolehkan pulang.

Makanan kesukaannya antara lain kue sus,sirup manis,ayam panggang dan sambal bajak.Tiap ada kesempatan pulang ke Semarang,pasti ibunya sibuk membuat makanan-makanan itu.

Pierre selalu mendapat nilai bagus dalam bahasa Jerman dan Inggris,mungkin karena ia selalu berbahasa Belanda di rumah.

Pierre fasih berbahasa Jawa,karena ia lama tinggal di Semarang.

Ia selalu menyempatkan diri untuk mengirim surat,kepada kedua orang tuanya maupun ke kakak atau ke adiknya.

Sebagai taruna,Pierre selalu memperoleh uang saku.Kadang-kadang,ia mengirim surat pada ibunya, “Seandainya mami memiliki uang belanja lebih, tolong kirimi saya, karena saya ingin membeli film.”

Dalam sebuah surat ia menceritakan kepada keluarganya,bahwa ia selalu dijadikan penerjemah oleh atasannya jika ada tamu dari kapal asing di Pelabuhan Belawan, “Waktu-waktu begitu aku selalu bisa makan enak.”

Ketika masih menjalani pendidikan,yakni pada waktu masih menjadi Kopral Taruna,Pierre telah diikutkan dalam operasi militer untuk menumpas pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI Permesta) di Sumatra.

Sebagai taruna Atekad, ia ditempatkan dalam kesatuan Zeni Tempur Operasi Saptamarga.

Pierre dilantik menjadi letnan dua pada pelantikan taruna Akademi Militer Jurusan Teknik Bandung di Yogyakarta, 19 Desember 1961 oleh Presiden Soekarno.

Pierre lulus tahun 1962,dengan nilai yang sangat memuaskan.Setelah lulus, Pierre diangkat menjadi Komandan Peleton pada Batalyon Zeni Tempur 2/Daerah militer (Dam) II Bukit Barisan yang berkedudukan di Medan. Di tempat inilah Pierre mengenal Rukmini Chaimin, yang kemudian menjadi kekasihnya hingga maut menjemput.

Pada 1963 Pierre mengikuti pendidikan intelijen karena akan ditugaskan untuk melakukan penyusupan ke daerah konflik, saat Indonesia mengadakan politik konfrontasi dengan Malaysia (masa Dwikora).Dalam melaksanakan tugas ini ia diperbantukan pada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat yang bertugas di garis depan.Saat ditugaskan untuk menyusup ke Malaysia dan berhasil menyusup tiga kali.Pada penyusupan yang ketiga,speedboat yang ditumpanginya bersama kedua anak buahnya dikejar sebuah kapal Inggris.Untuk menyelamatkan diri,ia bersama anak buahnya terjun dan berenang ke arah perahu nelayan.Dengan bergantungan dan seluruh badan terbenam dalam air,akhirnya mereka berhasil menyelamatkan diri dari sergapan musuh.

Wajah bulenya membuat Pierre dengan mudah bolak balik Indonesia-Singapura sebagai intelijen untuk mengumpulkan data.

Kurang lebih Pierre berhasil melakukan infiltrasi sebanyak 6 kali,yang terakhir nyaris membuatnya terbunuh.

Prestasi Pierre kelak selalu disombongkan oleh korps Zeni,yang mungkin membandingkannya dengan dua orang prajurit marinir,Usman dan Harun.Usman dan Harun gugur meregang nyawa di negara tetangga karena upaya spionase yang gagal.

Ibunya sangat khawatir dengan tugas putranya tersebut,meminta Pierre untuk berpindah ke markas dan menjadi staff.Namun Pierre tak mau dan lebih menyukai bekerja di lapangan.

Saat itu ada tiga jendral yang memperebutkan Pierre untuk dijadikan ajudan.Yaitu Jenderal Abdul Harris Nasution, Jenderal Hartawan dan Jenderal Dandi Kadarsan (ada juga yang menulis AH. Nasution,Pranoto Reksosamudro dan Suwondo Parman.Saya tidak tahu mana yang benar).Dan akhirnya A.H. Nasution yang berhasil.

Terhitung sejak 15 April 1965,Pierre akhirnya terpilih menjadi ajudan dari Jenderal A.H. Nasution.Pierre yang tahu akan dijadikan ajudan A.H. Nasution berkata, “Aku cuma mau bertugas sebagai ajudan selama setahun.Tidak lebih.Kalau diperpanjang,aku akan menghadapi Kasad untuk minta pindah.” Namun ternyata ia hanya bertugas 6 bulan hingga peristiwa berdarah itu terjadi dan merenggut nyawanya.

Sang ibu cukup dekat dengan kedua mertua A.H. Nasution.Namun,bukan karena itu ia menjadikan Pierre sebagai ajudannya.Tapi karena sifat ksatria yang ada di diri Pierre.

Saat Pak Nas berceramah di kampus,saat itu ada ungkapan dari para mahasiswi “Telinga kami untuk Pak Nas,tapi mata kami untuk ajudannya.” Ya,pasti taulah maksudnya... :D

Pada waktu menjadi ajudan,Pierre berpangkat Letnan Satu.Untuk menambah gajinya,tiap malam ia menjadi pengemudi traktor untuk meratakan tanah jadi satu di Monas.Yang saat itu Monas belum jadi.Hasilnya,ia ingin memiliki TV yang sudah dipesannya.Saat itu barang susah didapatkan,sehingga harus dipesan dulu.

Pierre merupakan Ajudan Jendral A.H Nasution yang termuda,baik usia maupun dinasnya sebagai seorang militer.

Pierre cukup dekat dengan kedua anak A.H. Nasution.

Pierre bertemu pertama kali dengan Siti Rukmini binti Chaimin saat sedang bertugas di Medan.Gadis itu biasa dipanggil Mimin.Mereka diperkenalkan oleh muda-mudi disana.Gadis cantik asli Jawa yang tinggal di Medan itu berhasil mencuri hatinya.Mereka sudah menjalin hubungan yang serius,bahkan mereka berencana untuk menikah pada November 1965.
Pierre pernah mengirim surat untuk kakaknya “Mitz, aku wis ketemu jodoku. Wis yo Mitz, dongakake wae mugo-mugo kelakon” (Mitz, aku sudah bertemu jodohku.Sudah doakan saja mudah-mudahan tercapai).Katanya hubungan mereka sempat ditentang oleh keluarga Pierre,mungkin karena perbedaan agama.Saat Pak Nas sedang ke Medan,Pierre juga sempat menemui Rukmini untuk memantapkan rencana pernikahan mereka.Menurut penuturan seseorang,pada petang hari 30 September Pierre masih sempat melihat sebuah paviliun yang akan dikontraknya,yang niatnya dijadikan tempat tinggal saat sudah berumah tangga dengan Rukmini.
Namun takdir berkata lain.Pierre meninggal sebulan sebelumnya.Rukmini yang mendengar kabar tersebut sangat terpukul.Namun akhirnya Rukmini menikah lima tahun kemudian dengan orang lain.Gadis ini,kelak pada saat perayaan kesaktian pancasila yang kedua,tahun 1967 dipeluk erat oleh Bung Karno di Lubang Buaya.
Ini dia Rukmini,sang pujaan hati 


Ketika adiknya,Rooswidiati menikah dengan Jusuf Razak pada tanggal 2 Juli 1965.Pierre memberikan uang yang di bungkus dengan koran kepada ibunya. “Mam,ini sumbangan saya untuk pernikahan Roos.” Uang itu ternyata gajinya selama tugas Dwikora.Dari dolar,uang itu dirupiahkannya sehingga kelihatan banyak.Pierre sebagai kakak juga menasehati adiknya itu,dan menanyakan apakah ia memang sudah siap berumah tangga.
Roos ingat saat saling berpandangan dengan Pierre.Ketika harus menandatangani surat nikah,Pierre menangis memeluk adiknya.Rooswidiati pun menangis di dadanya.Kepada suaminya,Pierre berkata “Mas,aku titip adikku dan tolong jaga dia.”

Tanggal 30 September adalah hari ulang tahun ibu Pierre.Beberapa hari sebelumnya,ia memberitahu pada keluarga tidak bisa pulang ke Semarang karena harus bertugas sampai siang hari.Ia berjanji akan pulang keesokan harinya bersama adik iparnya,Jusuf Razak.Pada tanggal 1 Oktober,adik iparnya itu menjemput Pierre di rumah Pak Nas.Namun,didepan rumahnya banyak tentara berjaga-jaga.Salah seorang tentara berkata bahwa Pak Nas dan Pierre sedang bertugas.Jadilah Jusuf Razak pulang sendirian ke Semarang.

Dan satu hal ganjil yaitu Pierre biasanya menyempatkan menelpon untuk mengucapkan selamat jika ada yang berulang tahun.Namun,hal ini tak terjadi saat ulang tahun ibunya pada saat itu.

Malam itu seharusnya Pierre tidak bertugas,tapi pertukaran shift membuat Pierre menemui ajal bersama 6 jenderal lainnya.

Pierre yang saat itu sedang tidur di paviliun rumah Pak Nas,segera bangun karena mendengar kegaduhan.Ketika keluar ia sudah menjinjing senjata,namun ia ditangkap oleh gerombolan penculik yang mengaku Tjakrabirawa.Pierre ditanya siapa dirinya.Ia menjawab “Saya Ajudan Jendral Nasution.”.Namun gerombolan penculik salah dengar,dan salah satu dari mereka membunyikan peluit tanda bahwa sasaran sudah ditemukan.Pierre kemudian diculik dan dibawa ke Lubang Buaya.Ia dibunuh bersama dengan keenam jendral dan dimasukkan ke sumur tua di Lubang Buaya.  

Para gerombolan penculik sebenarnya sudah mengetahui bahwa yang mereka tangkap bukanlah Pak Nas,akan tetapi mereka tetap membunuh Pierre.

Saat disiksa,Pierre tampak melawan.Dan dialah yang paling berani diantara yang lain.Sehingga (ada yang menyebutkan) Pierre disuruh berjongkok dan ditembak dari arah belakang.

Ia gugur dalam usia muda,26 tahun.

Pierre akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama enam perwira korban G30S lainnya.

Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965.

Pasca kematiannya,ia secara anumerta dipromosikan menjadi kapten.Sejumlah jalan juga dinamai sesuai namanya,termasuk di Manado,Balikpapan, dan di Jakarta.

Sebenarnya ada sebuah benda yang ditemukan di kantung Pierre saat meninggal,namun hal ini disembunyikan keluarganya karena dinilai tak pantas.

Pierre menyukai aliran country,rock and roll,pop,sampai musik tradisional Jawa.Berikut beberapa lagu yang pernah jadi kesukaannya:
~Jim Reeves - "He's have to go"
~Eddy Arnold - "Make The World Go Away"
~Elvis Presley - "Are You Lonesome Tonight"
~Dickie Lee - "Patches"
~The Four Tops - "Baby I Need Your Loving"
~Alice Iskak - "Paula"
~Lilis Suryani - "Di Kala Malam Tiba"
Info ini didapatkan dari komunitas pecinta sejarah yang mendengar penuturan langsung seorang penyiar radio RRI di Jakarta tahun 1960-an,dimana Pierre pernah meminjam piringan hitam lagu-lagu tersebut disana.Tampaknya Pierre merupakan orang yang romantis,ya :)

Katanya kisah hidup Pierre sempat akan dijadikan film.Namun,setelah dilihat hasilnya keluarga tidak setuju karena banyak kisah yang dilebih-lebihkan.

Ada juga yang bilang naskah film sudah lengkap (termasuk kisah asmara nya).Hanya saja dalang di balik peristiwa G30S masih simpang siur,sehingga film ini tak jadi dibuat. :(  

Berikut adalah hasil visum Pierre Tendean
Mayat P. Tendean dikenali dari pakaian yang dikenakannya, gigi geligi dan sebuah cincin logam dengan batu cincin berwarna biru.
Pada mayat P. Tendean tim dokter menemukan:
(a) empat luka tembak masuk di bagian belakang,
(b) dua luka tembak keluar bagian depan,
(c) luka-luka lecet di dahi dan tangan kiri, dan
(d) tiga luka ternganga karena kekerasan tumpul di bagian kepala.

Untuk yang (d) itu entah karena kekerasan tumpul atau karena dijatuhkan ke dalam sumur.

Nah,sekian beberapa fakta tentang Pierre Tendean.Maaf ya kalau kepanjangan,soalnya memang cukup banyak sih.. :D  
Dan ini ada beberapa foto beliau: 
Pierre Tendean dan kakaknya,Mitzi Farre sekitar tahun 1940 

Pierre Tendean saat masih balita,yang berbaju putih 

Pierre Tendean saat SR (sekolah rakyat=sekolah dasar) 

Pierre Tendean saat SMP,sekitar awal 1950-an 

Pierre Tendean saat SMA 

Pierre Tendean saat menjadi taruna Atekad 

Pierre Tendean saat menjadi taruna tingkat 1 Atekad 

Pierre Tendean dan teman-teman 'seperjuangannya' (ayo tebak yg mana ^^) 

Pierre Tendean dan teman-teman di first team basket (coba yang mana ><) 

Pierre Tendean bersama ayah,ibu,Mitzi,dan Hendro-sepupunya 

...? 

Ini surat tulisan tangan yang Pierre kirim untuk keluarganya 

Pierre Tendean,Rooswidiati (adik),dan Mitzi (kakak)-duduk 

Pierre Tendean dan keluarga 

Letnan Dua Pierre Tendean 

Pierre Tendean yang gagah dan tampan :) 

Pierre Tendean,tampak gagah berani :) 

Pierre Tendean bersama ayah,ibu,dan kakak 

Saat pernikahan adiknya,Rooswidiati dan Jusuf Razak, Juli 1965 

Pierre Tendean,foto diambil 10 hari sebelum G30S :'( 

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Nasution,foto diambil 7 hari sebelum G30S :'( 

Pak Nas dikawal Pierre Tendean (belakang) foto diambil 1 hari sebelum G30S :'( 

Foto jenazah Pierre Tendean setelah di angkat dari sumur (maaf fotonya agak tragis) 

Hasil Visum Et Repertum Pierre Tendean 

Selamat jalan,pahlawanku :') 

Kisah hidup beliau amatlah singkat,tapi banyak kenangan yang ada.. 
Saya merupakan fans Pierre Tendean,dan saya berharap semoga dengan postingan ini selain menambah pengetahuan juga agar beliau tetap dikenang sepanjang masa :') *mengheningkan cipta* 
Semoga beliau tenang disana.. 
Dan semoga bermanfaat,terimakasih telah membaca :) 

Sumber: lilinkecilisna.blogspot.com , l1n92.blogspot.com , wikipedia , kaskus , dan masih banyak lagi yang pernah saya baca ;)  


Sabtu, 09 Mei 2015

Cara Agar Kucing Bisa Dipanggil

Hai.. ^^ 
Ngomongin kucing ya,hewan yang satu ini memang banyak sekali penggemarnya.Namun,gak sedikit juga yang gak suka sama hewan ini.Kebetulan sih,saya suka bangeeeet ^^ Apalagi imut,lucu,gemesin (bagi yang suka).Kucing merupakan peliharaan yang banyak dipelihara di Indonesia.Juga banyak di temukan dimana-mana (khususnya kucing liar).Bagi kucing yang udah lama dipelihara,biasanya gampang nurut nih kucing.Tapi gak sedikit juga apalagi kucing baru yang gamau ngeh kalo dipanggil namanya. 
Empunya : Kucing sayang kesini donk... 
Kucing : Eh,tadi perasaan ada yg manggil ya?Setan kali..
Empunya : Kucing sinii... 
Kucing : Ah bener kan,males ah paling bakal disuruh ikut meong world champion,dikasih tetep ikan asin. 
Empunya : Ada rasa baru loh! 
Kucing : *langsung nengok* Apaa??
Empunya : Gulaidem,menghilangkan kenangan mantan,pancarkan kece mu! 
*dialog diatas hanyalah khayalan sang penulis,bukan iklan dan bukan kegalauan sang penulis,bila ada kesamaan nama,tempat,adegan mohon maaf karena asli khayalan sang penulis* 
She called me?

Oke,langsung aja beberapa cara sederhana agar kucing mau dipanggil~ 
 
1.Memanggil dengan makanan 
Disini maksudnya bukan makanan yang manggil si kucing,bukan juga dengan kita ngomong Kucing ada makanan loh.Tapi,maksud disini adalah dengan cara membunyikan makanan tersebut.Kalau yang diberikan makanan kering,bisa digoyang-goyang tempat makannya itu (yang sudah ada makanannya tentu) sampai bunyi sembari memanggil nama si kucing.Kalau makanan nya basah,bisa dengan mengetuk-ngetuk tempat makan dengan sendok (atau yang lain) sembari memanggil namanya. 

Contoh: 
"Messi Messi *sembari membunyikan makanan*"
"Eh iye mak makanan" 

I'm come here
Biasanya kucing,apalagi kalau laper,akan langsung datang menghampiri secepat kilat. 

2.Memanggil dengan lonceng 

Caranya : Bunyikan lonceng sembari memanggil namanya. 

Contoh: 
"Sakamoto *kringkring* Sakamoto-san *kringkring*" 
"*langsung lari nangkep lonceng* kyaa menyenangkan!!" 

Biasanya kucing akan nangkep lonceng dengan gesitnya,dan ia akan bermain-main dengan lonceng tersebut. 
 
3.Sering-seringlah menyebut namanya 
Ini dia si Sakamoto dari anime Nichijou

Sering-seringlah menyebut namanya.Misalnya,dia lahap makan.Atau ketika sedang bermain,sebut juga namanya. 

Contoh: 
"Imut kamu imut deh.Imut kamu lincah deh.Imut itu imut!" 
*lalu pikiran si Imut sudah terkontaminasi oleh kata Imut.Tiap mendengar kata Imut,pikiran si Imut sudah terprogram karena Imut adalah nama si Imut* 

Atau ketika sedang bersantai,elus-elus lah kucing sembari mengucapkan namanya.Ketika dia tertidur,bisikan di telinganya namanya.Datang lah ke mimpinya dan sebut namanya.Hantui pikirannya dengan namanya.Tulislah namanya di hatinya.Jadikan namanya pelajaran yang akan diujikan baginya. 


Segitu aja,dan cobalah (belum tentu berhasil,sih) yang penting adanya ikatan batin diantara kalian berdua #eeeaaaa dan dengan seringnya si kucing mendengar namanya,semakin hafal dia dengan namanya.Jangan lupa,sayangi dia.Semoga bermanfaat dan semoga berhasil. 


Senin, 13 April 2015

Macet,Sepenuhnya Salah Angkot?

Hai...
Ngomongin soal angkutan umum ya,emang gada habisnya.Terutama angkot (angkutan kota).Udah pada tau kan yang mana?
Di daerah saya tinggal Kuningan,Jawa Barat emang angkot lah yang sering digunakan untuk berpergian seperti ke sekolah,tempat kerja,dll.Saya juga menggunakan angkot sebagai sarana transportasi kalau ke sekolah dan balik ke rumah.


Sebelumnya,postingan ini hanya pendapat saya aja ya ^^ Bagi kalian yang mau komentar silahkan. 
Disini banyak banget pengendara mobil pribadi/motor yang suka kesel sama ini angkot.Soalnya kan masa tiba-tiba berhenti,bahaya juga kan.Pasti pada ngedumel "Ikh angkotnya rese banget!Berhenti kok mendadak!".Hayoo,siapa yang suka gitu?Tentunya ini bisa membuat macet.Apalagi kalo angkotnya pada nunggu sembarangan,ya kan? 
Kembali ke judul di atas."Macet,Sepenuhnya Salah Angkot?" menurut saya tidak sepenuhnya.

Wow pink-pink ^^

Loh kok bisa?Bukannya mereka udah jelas-jelas berhenti mendadak dan parkir sembarang tempat?
Kita liat apa sih tujuan adanya angkot ini.Menurut saya,angkot tujuannya adalah mengantar penumpang sampai tempat tujuan (dengan rute yang telah ditentukan) dan berhenti sampai si penumpang bilang "kiri" maka si supir angkot ini harus memberhentikkan angkotnya untuk menurunkan si penumpang ini.
Jadi,salah si penumpang yang nyebut kiri mendadak??Bisa jadi.Tapi,coba baca lagi tujuan adanya angkot ini.Emang gitu kan fungsinya?Berhenti saat si penumpang bilang "kiri"?Jadi,ini salah yang buat sistem angkotnya?Bisa jadi.Soalnya saya juga gak tahu asal muasal ini angkot -_-".Ya mungkin para supir juga seharusnya tidak memberhentikan angkotnya secara mendadak,ya maksudnya gak langsung berhenti,kan bisa diperhalus berhentinya (pelan-pelan) tapi pasti ( ' 3').
Selain itu,soal angkot yang suka nge-tem (apa ya biar jelas) suka parkir sembarang nunggu penumpang bisa jadi salah supir.Tapi,kan mereka selalu dikejar setoran setiap harinya.Gak sepenuhnya salah supir juga,kan?Tapi,ya mereka seharusnya bisa mencari tempat yang tidak menghalangi jalannya lalu lintas.

Intinya kita sebagai pemakai jalan harus mentaati peraturan dan saling menghargai.Jika kita egois dan tidak mau mentaati peraturan yang ada,ya salah-salah kita juga kalau semisal kita kena tilang polisi.
Sekali lagi,ini hanya pendapat saya ya,kalau ada yang gak setuju maaf >< dan silahkan berikan pendapat kalian juga ya di komentar,beri saran atau kritik juga gapapa :D

Sekian dari saya,terimakasih telah membaca >< ^^

Jumat, 03 April 2015

Kucing Gue vs Kucing Gue

Hai!!Ketemu lagi dengan saya ^^
Oke,kali ini saya akan menulis hem,kisah sih tapi di lebih-lebihin.Ceritanya tentang kucing ku yang baru :D ketemu kucing ku yang baru (tapi lebih dulu disini).

Kebetulan kan gue dikasih kucing sama -masih sodara- gitu.Panggil aja dia A Ye.Dia kan punya kucing tiga,yang satu anggora warna kuning yang dua lagi anggora-kampung *anaknya gitu.Yang satu kuning satu putih ada kuning samar-samar.Nah yang putih itu di kasih ke gue namanya Bule.Dia jantan.
Skip skip
Karena si Bule ini sering kayak org stress nyari jodoh *cieeh* lari sana lari sini,nyakar ini gigit itu ampe sofa jadi korban,batin gue mendadak bisa membaca maunya si kucing."Mungkin dia lelah,eh..butuh teman".Ibu gue inisiatif mau beli kucing.
Gue: "Le,lu galau ya?"
Bule: "Iya sih,gue kangen ayah sama abang gue.."
Gue: "Jadi lo mau balik ke rumah lu yang dulu?Terus kenapa dulu kamu mau kesini?Kenapah???"
Bule: "....."
Akhirnya 5 tahun kemudian *eh gak ketang* beberapa hari kemudian,ibu gue jemput gue sepulang sekolah untuk nyari kucing yang akan di jodohkan dengan si Bule.Nyari ke tempat biasa beli makan kucing,dan ada!!Tapi tinggal dua sih,kucing persia di satu kandang masih kecil unyu gitu kuning sama belang tiga.Setelah berkonsultasi dengan si penjual,akhirnya sepakatlah memilih si belang tga yang cantik nan unyu itu.Oh iya tentunya betina biar si Bule menjadi kucing jantan normal yang suka dengan lawan jenis.Sebenernya gue gak tega sih sama si kuning yang merasa dipisahkan dengan sodaranya.Takutnya pas mereka udah gede dan ketemu "Meng,kamu??" "Iya,ini aku kak!!" bakal ada sinetron kucing yang tertukar *tertukar dengan apa* dengan uang.Dan saat gue pegang itu kucing,ya ampun lembuuuuuuut banget berasa lagi megang boneka kucing hadiah dari tukar poin.Awalnya gue mau ngasih nama tuh kucing Miku *terinspirasi Hatsune Miku* tapi malah jadi Miko -_- suruh ibu gue Miko aja yasudah ;v
Skip skip.
Gue udah tau bahwa mereka akan berantem saat awal-awal ketemu.Tapi gue salah.Sampe sekarang juga masih suka berantem.
*Bule melihat dari kejauhan "Apa itu?Bola sepak kah?" Mendekat "Widih gile ni wangi amat parfumnya!" Semakin mendekat "Ajegile cewe cuy!" ambil sisir,nyisir.Bertatapan selama beberapa detik ~pandangan pertama awal aku berjumpa~
Bule: "Cewek,kenalan dong"
Miko: "Sori bang" *memalingkan wajahnya
Bule: "Eh kenalan doang!" *colek dikit
Miko: "Dasar cowok kamvret!" *nendang muka si Bule pake kaki
Bule: "Eh cewek jadi-jadian lu ye!Berani nendang wajah gue yang ganteng?!"
Dan akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran.Bukan,bukan kayak di film India.Tapi kejar-kejaran ala kucing.Si Miko yang saat itu masih kecil cuman bisa tereak-tereak tolong sambil ngelawan dengan pukulan halusnya itu sambil ketakutan.Si Bule dengan wajah ala preman kalo lagi galak ya..ujung-ujungnya gue yang nabok.
Gue: "Astagfirullah,lu nape Le?Kesurupan setan apa lu?Beraninya ama cewek,berani sama preman di sini lo??"
Bule: "Ampun kak,a..anu..cuman tadi ada  nyamuk terbang mau ngegigit si Miko."
Dengan sigap gue keluarin tuh si Bule agar tak terjadi aksi berantem lagi yang lebih parah.
Gue: "Miko,lu gapapa??'
Miko: "Gapapa kak hiks..tapi aku tersiksa!Aku tak kuat harus seperti ini!"
Gue:"Tenang tenang.."
Miko: "Aku sedih kak,kenapa sih cowok gapernah ngertiin cewek??"
Gue: "Ya cowok emang gitu *mendadak galau*"
Gue naik perahu kertas yang udah gue siapin,gara2 si Miko nangis ampe banjir se lurah.Sambil mendayung,gue lanjutin ngomongnya.
Gue: "Tenang,lu jgn takut Mik.Gue bakal ajarin rahasia gimana biar lu bisa kuat!Bisa ngelindungin diri dan ngelawan si Bule!"
Si Miko berhenti menangis,Dia menatap gue dengan penuh rasa percaya.Gue ajak dia untuk latihan bela diri silat sama gue.Tiap dia pulang sekolah,gue ajak dia ke teras rumah untuk latihan bela diri.Gue ajarin dia gali-tutup pasir eek nya,gue ajarin dia lari di tengah kolam ikan,gue ajak dia k tempat jemuran dan melatih kefokusannya dengan menggunakan gulungan benang.Sampe akhirnya dia bisa!!
Langkah selanjutnya gue ajak dia mendaki tangga ke lantai dua untuk meminum air hujan.Perjalanan menggunakan mobil-mobilan,belum lagi mendakinya butuh waktu lama,1 menitan lah.Setelah sampe,langsung lah air minum yg dipercaya memiliki kekuatan menghilangkan rasa haus itu ia minum.Dia nanya ke gue.
Miko; "Kak,tadi aku liat ada kucing sedang bergerak megikuti gerakan ikan asin di atas." *ucapnya dengan menggerakan kepala ke kanan ke kiri kayak lagi nari India
Gue: "Bukan,bukan kucing itu yang mengikuti.Tapi ikan asin itu yang mengikuti.Liat ke air,apa yang di pantulkan oleh nya?"
Miko; "Bayangan diriku."
Gue: "Ya kira-kira seperti itulah dia juga."

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.Miko akhirnya bertemu kembali dengan si Bule.Dengan tatapan sangar,si Bule mulai mendekati si Miko.Si Miko mulai siap.
Gue memberi aba-aba agar si Miko bisa.Haiya!!Hiaya hiyaaa!!!Plak plak!
Yeaaah!!Si Miko berhasil melawan si Bule.Si Bule dengan rasa malu berlari kabur entah kemana.
Gue: "Selamat Miko!Jatah makan si Bule gue kasih ke elu dah!"
Miko: "Makasih kak!!Ini semua berkat kakak!!!"

THE END

Sekian dari saya kali ini!Hehe gak lucu ya?Garing?Maaf ya anggap saja hiburan ^^

Jumat, 09 Januari 2015

Fanfic: Hai,Miiko! (3)

Hai..
Oiya,sebelumnya aku cuman mau kasih tau saja,bagi yang belum tau kapan hai,miiko! jilid 27 terbit di Indonesia,terbitnya tanggal 14 Januari 2015.Wah..bentar lagi dong!Gak sabar hehe ^^

Hai,Miiko : Aku Ingin Sepatu Baru!


"Miiko!!Bangun!!Ayo sekolah!!Sudah siang!!"teriak mama dari luar kamar.
Miiko membuka matanya.Ia mengambil jam yang ada di sebelahnya.
"Hah?!Jam setengah delapan!!"Miiko terkaget.
Ia bergegas mandi dan langsung berangkat.
"Kamu gak makan dulu?"tanya Mamoru sembari menyodorkan sepiring roti.
"Tidak,sudah telat!"ucapnya sembari memakai sepatu.
"Aduh,sepatunya jebol,sudahlah.Aku berangkat!"
"Mama,apa tidak kasihan mengubah waktu di jam nya?Padahal masih pagi lo."tanya papa.
 "Biarlah,sekali-kali anak itu memang harus diberi pelajaran."ucap mama dengan santai.
Wah!Ternyata Miiko dikerjai mama.Kasihan Miiko..
DRAPDRAPDRAP!Miiko berlari sekuat tenaga untuk menuju sekolah.KRINGKRING!!Wah,ada sepeda!Plash!Sepeda itu berhasil menghindari genangan air.Tapi genangan air itu mengenai sepatu Miiko.
"Hati-hati dong!"ucap Miiko dengan marah.
"Miiko!!"
Loh,siapa ya,yang memanggil Miiko??Ternyata Mari-Chan dan Yukko.Tumben mereka terlambat,pikir Miiko.
"Miiko,tumben kamu berangkat pagi ya!!"sindir Mari-Chan.
"Pagi??Berarti aku dibohongi?!?!"Miiko kembali amarah.
Yukko berusaha menenangkan.Tapi,akhirnya mereka dapat berjalan tenang menuju sekolah sembari menikmati pagi yang indah.
"Eh,Miiko,kenapa sepatumu?"tanya Mari-Chan.
"Sepatuku?Tadi ada sepeda lewat,eh sepatuku malah kena genangan air,deh."jawab Miiko dengan santai.
"Lihat dong sepatu baruku!Mamaku membelikannya di toko,dan ini keluaran terbaru loh!"Mari-Chan menyombongkan diri.
"Waw,bagus sekali!!Warnanya kuning juga ada pitanya,kayak yang di anime saja.Sepatuku sih sudah setahun gak diganti."ucap Miiko sembari melihat sepatunya.
"Yukko,sepatu kamu baru juga ya?Lucu lo!Warna pink,ada pitanya kayak punya Mari-Chan!"tambah Miiko.
"Oh,ini?Sebenarnya mama ku yang membelikannya,karena yang dulu sudah tidak muat."Yukko tersenyum.
"Iya,kata mamaku ia bertemu mama Yukko sedang membeli sepatu model C,sedangkan milikku yang terbaru model B."tambah Mari-Chan.
"Waduh,mama kalian baik ya!"ucap Miiko. 
Miiko hanya melihat sepatunya sepanjang perjalanan.Apa aku juga boleh membeli sepatu baru??

Sepulang sekolah..
"Mari-Chan,Yukko,antar liat sepatu ke toko yuk!"tawar Miiko.
"Yah,maaf ya Miiko.Aku mau menyelesaikan komikku hari ini,besok saja yah!"Mari-Chan meninggalkan Miiko.
"Maaf..aku disuruh menemani adikku dirumah.Maaf ya,lain kali pasti kuantar.Dah."Yukko pergi.
Terpaksa,Miiko melihat sepatu di toko sendirian.Ia hanya bisa melihat sepatu-sepatu itu dari luar kaca toko.
"Hiks,sepatunya bagus-bagus,tapi semuanya mahal.."Miiko hanya termenung di depan kaca toko.
Tapi ia sangat tertarik pada sepatu berwarna merah berpita.
"Anak kecil gaboleh jalan-jalan sendiri."
Tunggu,suara menyebalkan ini??Miiko berbalik kebelakang.
"Tappei?!?!Ngapain kamu disini."tanya Miiko.
Tappei yang melihat Miiko menangis menyodorkan sapu tangan sembari berkata "Jangan menangis,anak babi kan gak pernah nangis."
"Tappei jahat!!"Miiko memukul Tappei.
"Sudahlah,aku mau pulang ke rumah."
Tappei dan Miiko pulang bersama.

Sesampainya dirumah..
"Aku pulang.."Miiko lesu.
"Mii!!"Momo menyambut Miiko.
"Eh,baru pulang??Kemana aja??"tanya mama.
"Aku abis jalan-jalan aja,kok.Tumben mama udah pulang??"tanya Miiko.
"Mama sedang libur,mau makan?Mama baru masak kare,ayo makan bersama."ucap mama.
Miiko mengangguk.Selama makan,Miiko hanya memikirkan sepatu.Akhirnya ia memberanikan diri berbicara pada mama.
"Ma,aku mau bicara.."Miiko melihat ke arah mama.
"Bicara apa?"tanya mama.
"Boleh gak,aku beli sepatu baru??"ucap Miiko.
"Sepatu??Emangnya udah gak muat?Masih muat kan??"
"Masih muat sih ma,tapi masa sepatuku udah jebol,kotor lagi!!"
"Kan bisa dicuci!Terus tinggal dibenerin!!Kapan sih kamu mengerti mama!!"
"Tapi itu sudah berkali-kali dibenerin tetep aja rusak!"
"Itu sih kamu aja yang gak bisa menjaga barang!!Belajar dong dari Mamoru,gak pernah minta dibeliin sepatu!!"
"Mamoru emang gak pernah minta dibeliin sepatu!Tapi mama dan papa selalu membelikan sepatu untuknya!Tahun baru kemarin saja mama membelikan sepatu untuk Mamoru!"
Mama terdiam.
"Itu kan sepatu sejak aku kelas 4 sd!!Mari-Chan sama Yukko saja sepatunya baru,keluaran terbaru lagi,mama mereka yang membelikan!!"tambah Miiko.
Miiko kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kencang.Mama kemudian memikirkan perkataan Miiko.Momo menghampiri mama dengan membawa sepatu Miiko.Mama terkaget melihat sepatu Miiko yang sudah rusak dan sangat jelek.

Esoknya..
Sepulang sekolah,Miiko mencari-cari orang-orang dirumah.Tidak ada siapa-siapa.Ia memakan keripik sambil menonton TV.
TING TONG!Siapa ya yang pulang??Mama??
"Mama pulang.Miiko,sini sebentar."ucap mama.
Miiko menghampiri mama dengan malas.Mama memberi Miiko sebuah kotak.
"Apa ini??"tanya Miiko.
"Buka saja."jawab Mama.
Sepatu!!Ini kan sepatu yang Miiko inginkan!!Sepatunya sangat bagus dan lucu!!!
"Maaf ya kalau mama kasar.Mama bertanya kepada mama Mari-Chan dan mama Yukko membeli sepatu dimana,lalu mama beli deh.Ini model terbaru,model A.Mama rasa kamu pasti suka."ucap mama.
Sepatu warna merah berpita itu hampir sama seperti milik Mari-Chan dan Yukko.Miiko mencoba sepatu itu dan pas!!
"Terimakasih,ma!!"Miiko memeluk mama.
"Iya,maafkan mama juga ya."ucap mama.
Keesokan harinya,Miiko ke sekolah menggunakan sepatu barunya itu.
"Miiko!!"ternyata Mari-Chan.
"Miiko,Mari-Chan!!"ada Yukko juga.
"Miiko,itu sepatu barumu ya??Bagus sekali!!"tambah Yukko.
"Hehe..,sepatu ini keluaran terbaru,model A!!Mama ku membelikannya kemarin."Miiko memamerkannya.
"Aku juga ingin beli model terbaru seperti milikmu,ah!"ucap Mari-Chan.
"Sekarang kita bertiga terlihat seperti anak kembar,ya!"ucap Miiko.
Mereka bertiga akhirnya bisa bersama merasa senang.

Sekian fanfic dari saya,bagaimana?? ^^
Aku sengaja menambahkan gambar sepatu yang kubuat sendiri,iseng aja :D Aneh ya??
Semoga menghibur ^^